ketik yang anda cari

Memuat...

Senin, 06 Juni 2011

Profile Negara- Arab Saudi

KBRI Riyadh - Arab Saudi

Profil Negara Dan Kerjasam Arab Saudi

Umum

*
Nama negara : Kerajaan Arab Saudi (Kingdom of Saudi Arabia/Al-Mamlakah Al-Arabiyah As-Saudiyah).
*
Ibukota : Riyadh (luas 1.600 km2, penduduk 5,4 juta tahun 2001) [tahun 1862 ±7.500 orang].
*
Hari nasional : 23 September (memperingati bersatunya Kerajaan Arab Saudi tahun 1932 oleh Abdul Aziz bin Abdul Rahman Al-Saud sebagai raja pertama).
*
Lagu kebangsaan : Al-Salam al-Malakiy (Salam Kerajaan).
*
Bendera : Berwarna hijau dengan tulisan Arab berwarna putih yang berarti: “Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan Allah” yang terletak di atas sebilah pedang dengan ujung menghadap tiang. (Bendera tidak boleh dikibarkan setengah tiang)
*
Lambang negara : Pohon kurma diapit oleh dua bilah pedang yang terletak bersilangan. Kurma melambangkan pertumbuhan dan kemakmuran, sedangkan pedang melambangkan keadilan dan kekuatan sebagai dasar kepercayaan.
*
Bahasa : Arab (bahasa Inggris banyak juga digunakan di perkotaan).
*
Agama : Islam. Mayoritas Sunni. Pengikut Shiah sekitar 5% kebanyakan di wilayah timur: Qatif, Sayhat, Safwu (dekat Dammam), dan Al-Hasa (dekat Hoffuf).
*
Suku bangsa : Arab 90%, Afro-Asia 9%, lain-lain 1%.
*
Mata uang : Saudi Riyal (SR) (sejak 1986 nilai tukar dipatok US$1= SR3,75; SR 1 = US$0,266 = ± Rp2.600,-). Uang kertas dgn nominal: SR 1, 5, 10, 50, 100, dan 500, sedangkan uang logam dgn nominal: 5, 10, 25, 50, dan 100 Halalah (100 Halalah = 1 Riyal).
*
Kalender : Penanggalan Islam (Hijriah).
*
Hari libur : Kamis dan Jumat. Idul Fitri, Idul Adha umumnya libur 2 minggu. Mulai tahun 2005, Pemerintah menetapkan tanggal 23 September sebagai hari libur nasional.
*
Jam kerja : Kantor pemerintah 07.30 – 14.00; pertokoan 09.00 – 22.00 (14.00 – 16.00 tutup). Seluruh toko tutup pada waktu sholat. Pada hari Jumat, pertokoan umumnya baru buka setelah Shalat Ashar.
*
Waktu : GMT +3 jam, WIB –4jam (tidak ada perbedaan waktu untuk seluruh wilayah Saudi).
*
Sistem ukuran & listrik : Metrik dan 110/220V 60Hz.
*
Kode telepon : Kode negara (966); kode wilayah: Riyadh (1), Jeddah/Makkah (2), Madinah (4).



Geografi:

*
Letak: Terletak di Semenanjung Arab di antara Laut Merah di sebelah barat (1.760 km) dan Teluk Arab di sebelah timur (560 km).
*
Luas wilayah : 2.240.350 km2 (4/5 Semenanjung Arab) [17 kali luas pulau Jawa yang seluas 132.107 km2].
*
Batas negara : Yordania (Barat Laut); Irak dan Kuwait (Utara); Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Oman (Timur); dan Yaman (Selatan).
*
Panjang garis batas : Yordania (728 km), Irak (814 km), Kuwait (222 km), Qatar (60 km), Uni Emirat Arab (457 km), Oman (676 km), Yaman (1.845 km).
*
Kondisi daratan : Gersang terdiri padang berbatuan dan berpasir, dataran tinggi, pegunungan, tidak ada aliran sungai permanen.
*
Iklim : Bervariasi di setiap daerah. Di pesisir seperti Jeddah umumnya panas dan lebih lembab sepanjang tahun (23°C – 35°C). Sedangkan di wilayah pedalaman seperti Riyadh lebih panas dan kering (Mei – September, 25°C – 40°C), namun dingin pada musim dingin (November – Februari, 10°C – 20°C).
*
Topografi : Wilayah barat (Hijaz) di sepanjang pesisir Laut Merah terdiri dari rangkaian pegunungan (terletak: dua kota suci Makkah dan Madinah, kota pelabuhan Jeddah, kota industri Yanbu). Wilayah barat daya (Asir) merupakan pegunungan yang subur (puncak tertinggi 3000 m), banyak hujan dan sejuk. Wilayah selatan terdapat Rub’Al-Khali/Empty Quarter, salah satu padang pasir terluas di dunia tak berpenghuni. Wilayah tengah (Najd) terdiri atas dataran tinggi (terletak: kota Riyadh). Wilayah timur kaya sumber daya minyak (terletak: Al-Khobar, Dhahran, Dammam, dan kota industri Jubail). Wilayah utara terdapat padang pasir Nafud.
*
Sumber daya alam : Minyak (25% cadangan minyak dunia), gas (40% cadangan gas dunia), mineral (emas, perak, tembaga), mineral non-metal, dan air (84% air bawah tanah, 10% air permukaan, 5% air desalinasi air laut, 1% air daur ulang).
*
Kota-kota utama : Riyadh, Jeddah, Makkah, Madinah, Yanbu, Jubail, Al-Khobar, Dammam, dan Dhahran. (Makkah Al-Mukkarramah dan Al-Madinah Al-Munawwarah adalah kota suci, khusus bagi Muslim. Di Makkah terdapat Masjidil Haram sedangkan di Madinah terdapat Masjidil Nabawi)
*
Penduduk : 25 juta jiwa (estimasi Sabb tahun 2007) 22,67 juta jiwa (sensus 2004) dengan jumlah penduduk non-Saudi sebanyak 6,14 juta (27,1%) [77% tinggal di perkotaan dan 23% di pedesaan] [penduduk terkonsentrasi di tiga propinsi: Makkah 25,6%; Riyadh 24,1%; dan Wilayah Timur 14,8%]. [Sensus 1974 ± 7 juta; 1992 sebanyak 16,9 juta]
*
Tenaga kerja : Sektor swasta 5,6 juta orang (12,8% WN Saudi; 87,2% WN asing). [Data Kementerian Tenaga Kerja tahun 2006]



Politik & Pemerintahan:

*
Bentuk negara : Monarki (Kerajaan).
*
Sistem Pemerintahan : Negara Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Syariat.
*
Konstitusi : Kitab Suci Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Pada tahun 1992 ditetapkan Basic Law of Government yang mengatur sistem pemerintahan, hak dan kewajiban pemerintah serta warga negara.
*
Sistem hukum : Berdasarkan hukum Islam (Syariah) yang bersumber dari Kitab Suci Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW.
*
Partai politik : Tidak ada.


Kepala Negara/Pemerintahan:

Raja merangkap Perdana Menteri dan Panglima Tinggi Angkatan Bersenjata Arab Saudi.

*
Raja Abdullah bin Abdul Aziz Al-Saud [Penulisan resmi: The Custodian of the Two Holy Mosques, King Abdullah bin Abdul Aziz Al-Saud]. (Lahir 1924, anak Raja Abdul Aziz. Tanggal 1 Agustus 2005 diangkat sebagai raja menggantikan almarhum Raja Fahd dengan tetap menggunakan panggilan: Khadimul Haramain Al-Syarifain/Pelayan Dua Mesjid Suci/the Custodian of the Two Holy Mosques sebagai pengganti panggilan dari His Majesty).
*
Wakil Perdana Menteri (PM) merangkap Menteri Pertahanan dan Dirgantara, serta Inspektur Jenderal: Putera Mahkota Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Al-Saud [His Royal Highness Crown Prince Sultan bin Abdul Aziz Al-Saud] (Lahir 1928, saudara kandung almarhum Raja Fahd. Saat Raja Fahd berkuasa, Pangeran Sultan menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri II).
*
Wakil PM II merangkap Menteri Dalam Negeri: Pangeran Naif bin Abdul Azis (berdasarkan dekrit Raja Abdullah bin Abdul Azis, tanggal 27 Maret 2009). Lahir tahun 1934, Karir politik: Sekjen Propinsi Riyadh (1952), Gubernur Riyadh (1953), Pernah menjabat Deputi Mendagri selama 5 tahun. Sewaktu peristiwa terorisme yang menghantam Arab Saudi pada tahun 2003, ia dikenal sebagai tokoh yang sangat tegas dalam menjaga keamanan negara. Pangeran Naif juga dianggap sebagai tulang punggung pelaksanaan haji dimana ia mengetuai Komite Tinggi Haji.


Mekanisme suksesi kerajaan:

Dalam Pasal 5 Basic Law of Government, kekuasaan kerajaan diwariskan kepada anak dan cucu yang paling mampu dari pendiri Arab Saudi, Abdul Aziz bin Abdul Rahman Al-Saud.

[Tanggal 20 Oktober 2006 Raja Abdullah telah mengamandemen pasal ini dengan mengeluarkan UU yang membentuk lembaga suksesi kerajaan (Allegiance Institution) terdiri dari para anak dan cucu dari Raja Abdul Aziz Al-Saud. Dalam ketentuan baru, raja tidak lagi memilki hak penuh dalam memilih Putera Mahkota. Raja dapat menominasikan calon Putera Mahkota, namun Komite Suksesi akan memilih melalui pemungutan suara. Selain itu, bila Raja atau Putera Mahkota berhalangan tetap, Komite Suksesi akan membentuk Dewan Pemerintahan Sementara (Transitory Ruling Council) yang beranggotakan lima orang. Ketentuan ini baru akan berlaku setelah Putera Mahkota Pangeran Sultan naik tahta.]

Badan Eksekutif:

Dewan Menteri (Council of Ministers/Majlis Al-Wuzara) terdiri dari: PM (Raja bertindak sebagai ketua), Wakil PM, Menteri-Menteri, Menteri Negara, dan Penasehat Raja. Dewan Menteri bertemu setiap hari Senin membahas kebijakan pemerintahan dan pengawasan pelaksanaannya. Masa tugas para menteri selama 4 tahun dan dapat diperpanjang.
[His Royal Highness Prince Saud Al-Faisal bin Abdul Aziz Al-Saud, the Minister of Foreign Affairs of the Kingdom Saudi Arabia]

Badan Legislatif:
Majelis Permusyawaratan (Majlis Ash-Shura/Consultative Council) dibentuk tanggal 1 Maret 1992. Semula keanggotaannya hanya 60 orang, kemudian bertambah menjadi 90 orang dan 120 orang. Tahun 2005 keanggotaannya menjadi 150 orang dan seorang ketua yang ditunjuk oleh Raja dengan masa bakti 4 tahun:

*
Ketua : Dr. Saleh bin Humaid.
*
Wakil Ketua : Mahmoud bin Abdullah Taiba.
*
Sekjen : Dr. Saleh bin Abdullah Al-Malik.


Majelis Permusyawaratan memiliki kewenangan untuk mengusulkan rancangan UU atau mengamandemen UU serta menyampaikan pendapat mengenai berbagai kebijakan pemerintah.

Badan Yudikatif:
Dewan Tinggi Peradilan (Supreme Council of Judiciary/SCJ) mengatur administratif badan peradilan dan menangani masalah kewenangan mengadili (kompetensi). SCJ beranggotakan 11 orang yang dipilih dari para ulama terkemuka.

*
Ketua : Shaikh Salih Al-Luheidan.


Sistem peradilan:

*
Peradilan Syariah, kewenangannya menangani seluruh perkara, terdiri 3 tingkatan:
o
Pengadilan tingkat pertama:
*
Summary Courts menangani perkara pidana (kriminal).
*
General Courts (pengadilan umum) menangani perkara perdata di luar peradilan khusus.
o
Appelate Courts (pengadilan tingkat banding) yang berada di 13 propinsi.
o
Supreme Court (pengadilan tingkat kasasi).
*
Peradilan administratif (Board of Grievances/Diwan Al-Mazalim), kewenangannya menangani perkara dimana pihaknya Negara.
*
Peradilan khusus: Labor Courts (sengketa terkait ketenakakerjaan), Commercial Courts (sengketa dagang), Family Courts (menangani perkara masalah perkawinan dan kekerasan di rumah tangga).


Selain itu dibentuk juga seksi khusus bagi penyelesaian perkara di luar pengadilan.

[Dekrit Raja tanggal 2 April 2005 telah menyetujui rencana restrukturisasi badan peradilan sesuai susunan di atas, termasuk pergantian nama dari Supreme Judicial Council menjadi Supreme Council of Judiciary]

Dewan Ulama Senior (Council of Senior Ulama):
Dibentuk tahun 1971 oleh Raja Faisal merupakan badan penting yang memberikan nasehat kepada Raja dan Dewan Kabinet agar kebijakan pemerintah sesuai dengan hukum Syariah.

Pemilihan umum:
Pemilu setengah anggota Dewan Kotapraja (Municipality Council) dimulai tahun 2005 (untuk masa bakti 4 tahun). Syarat pemilih: WN Arab Saudi berusia minimal 21 tahun dan bukan anggota militer (wanita belum diikutsertakan). [Baru empat negara Teluk yang memperbolehkan wanita ikut serta dalam pemilu: Qatar, Oman, Bahrain, dan Kuwait]

Pemerintahan daerah:
Tanggal 16 September 1993 dibentuk Sistem Propinsi yang membagi menjadi 13 propinsi (Mintaqat). Propinsi dipimpin oleh seorang Gubernur propinsi (Amir) dengan tingkatan menteri dan bertanggung jawab kepada Menteri Dalam Negeri. Setiap Propinsi dibagi lagi atas Distrik (Muhafaz) yang dipimpin oleh Gubernur Distrik (Muhafiz). Kemudian setiap Distrik terbagi lagi menjadi Sub-distrik yang dipimpin oleh seorang Kepala.

Di setiap propinsi terdapat pula Dewan Propinsi (Provincial Council) yang terdiri atas: Gubernur (sebagai ketua), Wakil Gubernur (wakil ketua), Undersecretary Gubernur, Kepala perwakilan departemen pemerintah di propinsi, dan minimal 10 orang wakil masyarakat setempat. Riyadh, Makkah, dan Madinah memiliki 20 anggota Dewan Propinsi, sedangkan ibukota lainnya berjumlah 15 orang.

Mulai tahun 2006 Pemerintah telah membentuk 178 Dewan Kotapraja (Municipal Council) yang separuh anggotanya (592 orang) dipilih melalui pemilu, sedangkan sisanya diangkat. Setiap Dewan Kotapraja terdiri dari minimal 4 anggota dan maksimal 14 anggota. Dewan Kotapraja bertugas memonitor kinerja Kotapraja (Municipality).

Wilayah (Jumlah distrik)
[Jumlah penduduk] (%)*
Riyadh (19)
[5.455.363 jiwa] (24,1%)

Makkah Al-Mukarramah (11)
5.797.971 jiwa] (25,6%)

Madinah Al-Munawwarah (6)
[1.512.076 jiwa] (6,7%)

Qassim (10)
[1.016.756 jiwa] (4,5%)

Ash-Sharqiyah (Wilayah Timur) (11)
[3.360.157 jiwa] (1)

Asir (10)
[1.688.368 jiwa] (7,4%)

Tabouk (5)
[691.517 jiwa] (3,1%)

Hail (3)
[527.033 jiwa] (2,3%)

Al-Hudud Ash-Shamaliyah
(Wilayah Perbatasan Utara) (2)
[279.286 jiwa] (1,2%)

Jizan (13)
[1.186.139 jiwa] (5,2%)

Najran (6)
[620.000 jiwa] (1,8%)

Baha (6)
[377.739 jiwa] (1,7%)

Al-Jouf (2)
[361.676 jiwa] (1,6%)

* = Data sensus 2004 P = Pangeran ≈ = bin Abdul Aziz Al-Saud


Ibukota
[Nama Amir & thn pengangkatan]:


Riyadh
[P. Salman ≈; 1962]

Makkah Al-Mukarramah
P. Khalid bin Faisal ≈; 2007]

Madinah Al-Munawwarah
[P. Abdul Aziz bin Majed ≈; 2005]

Buraidah
[P. Faisal bin Bandar ≈]

Dammam
[P. Muhammad bin Fahd ≈]

Abha
P. Faisal bin Khalid ≈; 2007]

Tabouk
[P. Fahd bin Sultan ≈; 1987]

Hail
[P. Saud bin Abdul Muhsin ≈; 1999]

Arar
[P. Abdallah bin Abdul Aziz
bin Mussaid bin Jalawi Al-Saud] Jizan

[P. Muhammad bin Nasir ≈; 2001]

Najran
[P. Misy’al bin Abdullah ≈; 26 Maret 2009]

Baha
P. Muhammad bin Saud ≈]

Skaka
[P. Fahd bin Badr ≈; 2002]

* = Data sensus 2004 P = Pangeran ≈ = bin Abdul Aziz Al-Saud


Kota-kota penting
lainnya

*
Taif, Jeddah
*
Yanbu
*
Jubail, Al-Khobar, DhahranJubail, Al-Khobar, Dhahran
*
Arar (Berbatasan dengan Yordania & Irak)
*
Jizan (Berbatasan dengan Yaman)



Pertahanan dan keamanan:

Terbagi atas tiga subsistem yaitu:

*
Angkatan bersenjata reguler (AD, AU, AL, dan Angkatan Pertahanan Udara) bertugas menjaga wilayah teritorial dari serangan asing. Kekuatan ini berada di bawah kendali Kementerian Pertahanan dan Dirgantara yang dipimpin oleh Putera Mahkota Pangeran Sultan (sejak 1961). Deputi Menhan & Dirgantara dan Irjen: Pangeran Abdul Rahman bin Abdul Aziz Al-Saud.
*
Garda Nasional (National Guard) Arab Saudi bertanggung jawab atas keamanan dalam negeri khususnya yang terkait dengan subversi. Pasukan ini terpisah dari tali komando Kementerian Pertahanan dan Dirgantara. Panglima Garda Nasional dipegang oleh Raja Abdullah (sejak 1963). Deputi Panglima Garda Nasional: Pangeran Badr bin Abdul Aziz Al-Saud (sejak 1962).
*
Public Security Police bertugas menjaga keamanan dan ketertiban umum, berada di bawah Kementerian Dalam Negeri yang dipimpin oleh Pangeran Naif bin Abdul Aziz Al-Saud (sejak 1975).
*
Deputi Mendagri: Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz Al-Saud.



Penerimaan dilakukan secara suka rela, tidak ada wajib militer.


Dalam menformulasikan kebijakan pertahanan dilakukan oleh Dewan Pertahanan Nasional (National Security Council) yang terdiri atas 7 anggota: Menteri Pertahanan dan Dirgantara, Menteri Dalam Negeri, Menteri Luar Negeri, Menteri Ekonomi dan Perencanaan, dan Kepala Staf Angkatan. Sekjen NSC: Pangeran Bandar bin Sultan bin Abdul Aziz (sejak Oktober 2005, mantan Dubes Arab Saudi untuk AS).

Kepala Intelijen Negara:
Pangeran Muqrin bin Abdul Aziz (sejak Oktober 2005, mantan Amir Madinah).

Potensi ancaman:
Penyelundupan narkoba, minuman beralkohol, senjata api, dan bahan peledak yang dibawa masuk oleh pelintas batas melalui wilayah perbatasan yang terisolir dan tak berpenghuni; penetapan garis batas yang belum tuntas dengan beberapa negara tetangga; kelompok militan yang tumbuh akibat solidaritas terhadap penindasan kaum Muslim di berbagai belahan dunia; imigran ilegal yang tidak kembali ke negaranya setelah melaksanakan ibadah umrah dan haji.
Keanggotaan organisasi internasional:

Liga Arab (1945, pendiri); PBB (1945); OKI (1969, pendiri); GNB; GCC (1981, pendiri); WTO (2005).

Indikator Ekonomi:

*
GDP : US$ 377 miliar (2007); $347 miliar (2006) ;US$280 miliar (2005); $251 miliar (2004); $215 miliar (2003); $189 miliar (2002). [Data Saudi Arabian Monetary Agency]
*
Pertumbuhan riil GDP : 4,3% (2006); 6,1% (2005); 5,3% (2004); 7,7% (2003); 0,1% (2002). [Data SAMA]
*
Pendapatan per kapita : $14.724 (2006); US$13.394/SR50.227 (2005); $11.112 (2004); $9.745 (2003); $8.774 (2002). [Data SAMA]
*
Pelita : Pembangunan lima tahun ke-8 tahun 2005 – 2009. [alokasi anggaran untuk pelita ke-7 tahun 2000-04: sumber daya manusia (56,7%); sosial dan kesehatan (19,6%); infrastruktur (15,2%); ekonomi (8,5%)]
*
Pendapatan negara : $179,7 miliar (2006); US$150,5 miliar (2005); $104,6 miliar (2004); $78,1 miliar (2003); $56,8 miliar (2002). [Data SAMA]
*
Pengeluaran negara : $104,9 miliar (2006); US$92,4 miliar (2005); $76,1 miliar (2004); $68,5 miliar (2003); $62,3 miliar (2002). [Data SAMA]
*
Harga rata-rata Arabian Light Oil : $61,05 (2006); US$50,15 (2005); $34,53 (2004); $27,69 (2003).
*
Komposisi GDP per sektor : Pertanian = 4,7%; industri = 58,8%; pelayanan = 36,5%.
*
Industri : Industri perminyakan dan gas, semen, konstruksi, pupuk, plastik.
*
Pertanian dan perternakan : Gandum, tomat, melon, kurma, jeruk, domba, unggas, telur, susu.
*
Ekspor : $209,8 miliar (2006); US$180,6 miliar (2005); $126 miliar (2004); $93,3 miliar (2003); $72,5 miliar (2002). [Data SAMA]
*
Impor : $66,2 miliar (2006); US$59,5 miliar (2005); $44,8 miliar (2004); $36,9 miliar (2003); $32,3 miliar (2002). [Data SAMA]
*
Komoditas ekspor : Minyak dan produk minyak (89,5%); petrokimia (3,6%); bahan bangunan (0,9%); produk pertanian, perternakan, dan makanan (0,5%). [Data SAMA; 2005]
*
Negara tujuan ekspor : Jepang (15,6%); AS (15,5%); Korea Selatan (8,5%); RRC (5,98%); India (5,94); Singapura (5,2%); Taiwan (3,6). [Data statistik 2005]
*
Komoditas impor : Mesin dan peralatan (24,3%); peralatan transportasi (20.9%); makanan (14,8%); bahan kimia (13,5%); metal dan produk terkait (10,7%). [Data SAMA; 2005]
*
Negara asal impor : AS (14,8%); Jepang (9%); Jerman (8,2%); RRC (7,4%); Inggris (4,7%); Italia (3,8%); Korsel (3,6%); Perancis (3,4%); India (3,1%); Australia (2,8%). [Data SAMA; 2005]
*
Perbankan : Ada 12 bank komersial yang beroperasi di Arab Saudi: 5 milik swasta [National Commercial Bank (NCB), Riyadh Bank, Al-Rajhi Bank, Al-Bilad Bank, Bank Inmaa]; 7 bank lainnya sebagian saham dimiliki asing [Saudi American Bank (Samba), Saudi British Bank, Arab National Bank (ANB), Banque Saudi Faransi, Saudi Hollandi Bank, Saudi Investment Bank (SAIB), Bank Al-Jazira]. Selain itu juga ada 10 cabang bank asing: Deutsche Bank, BNP Paribas Bank, JP Morgan Chase Bank, Muscat Bank, National Bank of Kuwait, National Bank of Bahrain, Emirates Bank, Gulf International Bank, State Bank of India, dan National Bank of Pakistan. Seluruh bank tersebut diatur dan diawasi oleh Saudi Arabian Monetary Agency (SAMA). Tahun 2005 kepemilikan saham asing di bank lokal dinaikan dari 49% hingga maksimal 60%.
*
Terminal barang : Jeddah Islamic Port (setiap tahunnya menanggani 2,4 juta TEUs), Dammam’s King Abdul Aziz Port (0,75 TEUs), dan Riyadh’s Dry Port (0,25 juta TEUs) yang dihubungkan dengan jalur kereta api dari Dammam.
*
Pelabuhan laut :
o
Pantai barat: Jeddah Islamic Port, Yanbu Commercial Port, King Fahd Industrial Port (Yanbu).
o
Pantai timur: King Abdul Aziz Port (Dammam), Jubail Commercial Port, King Fahd Industrial Port (Jubail), Al Khobar Port.
*
Bandar udara : Ada 4 bandara Internasional: King Khalid di Riyadh (43 km di utara kota, ±½ jam dari pusat kota), King Abdul Aziz di Jeddah (23 km barat kota), King Fahd di Dammam, dan Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz di Madinah.
*
Jarak antar kota : Riyadh – Jeddah = 958 km (1 jam dgn pesawat, ±9 jam dgn bus); Riyadh – Madinah = 869 km; Jeddah – Makkah = 78 km (±1 jam dgn mobil); Jeddah – Madinah = 410 km (±4 jam dgn mobil). [Penerbangan Jakarta – Riyadh = ±9 jam]
*
Transportasi dalam kota : Transportasi publik belum berkembang dengan baik, sehingga orang harus mengandalkan mobil pribadi atau taksi. Taksi dengan sistem tawar menawar (± SR 10 – 15 untuk jarak dekat dan sedang). Taksi dari Bandara King Khalid ke pusat kota di Riyadh sebesar SR 55. Taksi dari Bandara King Abdul Aziz ke pusat kota Jeddah sebesar SR 50, ke Makkah ± SR 100.
*
Transportasi antar kota : Armada penerbangan Saudi Arabian Airlines semula memonopoli seluruh rute domestik, namun sejak tahun 2007 mulai beroperasi perusahaan penerbangan swasta NAS (National Air Services) dan Sama Airlines. Perusahaan bus Saudi Arabian Public Transport Company (SAPTCO) beroperasi secara terbatas di dalam kota dan antar kota utama serta beberapa kota di negara tetangga. Jaringan jalan antar kota dihubungkan dengan jalan tol tanpa bayar. Jaringan kereta api baru antara Riyadh - Dammam (±4 jam, berhenti di Hofuf), akan dikembangkan jaringan kereta api yang menghubungkan pelabuhan laut pantai Timur (Jeddah) dan pantai Barat (Jubail dan Dammam) melalui Riyadh.
*
Operator handphone : Al-Jawal (milik Saudi Telecom Corporation/STC) dan Mobily (milik Etihad Etisalat, konsorsium patungan dengan perusahaan UAE).
*
Ketentuan imigrasi : Seluruh pengunjung harus memiliki visa (kecuali: warga negara GCC) dan paspor yang berlaku minimal 3 bulan. Suntikan Meningitis wajib bagi jamaah haji.
*
Perwakilan asing : Di Riyadh terdapat 113 perwakilan diplomatik dan di Jeddah terdapat 55 Konsulat. Negara ASEAN yang memiliki perwakilan di Arab Saudi: Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Pendidikan:


Jenjang pendidikan terdiri atas:

*
Pendidikan dasar dan menengah terdiri dari tingkatan:TK, SD (6 tahun), SMP (3 tahun), SMU (3 tahun) yang berada di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan bagi murid laki-laki dan General Presidency for Girls’ Education untuk murid perempuan;
*
Pendidikan Tertinggi, Universitas, berada di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi;
*
Pendidikan kejuruan dan teknik, berada di bawah GOTEVOT (General Organization for Technical Education and Vocational Training).


Saat ini ada 19 universitas negeri: King Saud University (berdiri 1957), Imam Muhammad bin Saud Islamic University (1974), dan Girls’ University (2007) di Riyadh; Islamic University (1961) dan Taiba University (2004) di Madinah; King Fahd University of Petroleum and Minerals di Dhahran (1963); King Abdul Aziz University di Jeddah (1971); King Faisal University di Dammam dan Hofuf (1974); Umm Al-Qura University di Makkah (1981); King Khalid University di Abha (1998); University of Qassim (2004); University of Taif (2004); University of Jizan (2006); University of Al-Jouf (2006); University of Hail (2006); University of Tabuk (2007); University of Al-Baha (2007); University of Najran (2007). [Imam Muhammad bin Saud Islamic University juga memiliki cabang di Jakarta dengan nama: LIPIA/Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab]

Media Massa:
Diawasi pemerintah dan dibatasi sesuai adat, kebiasaan, dan agama. Stasiun televisi dan radio dimiliki pemerintah di bawah Kementerian Penerangan. Namun ada beberapa stasiun televisi dan radio swasta milik Saudi yang dipancar dari negara tetangga, misalnya: TV Al-Majid dan radio MBC FM.

Surat kabar:
9 berbahasa Arab: Ar-Riyadh, Al-Jazeerah (berpusat di Riyadh), Al-Bilad, Al-Madina, Okaz, Al-Eqtisadiah (Jeddah), Al-Watan (Abha), An-Nadwa (Makkah), dan Al-Yaum (Dammam). 2 berbahasa Inggris berpusat di Jeddah: Arab News dan The Saudi Gazette (bagian dari Okaz). Selain itu ada 2 surat kabar berbahasa Arab yang terbit di London: Asharq Al-Awsat (bagian dari Arab News) dan Al-Hayat.
Surat kabar di atas dimiliki oleh perusahaan penerbitan besar seperti: Al-Yamama [pemilik Ar-Riyadh], Okaz [pemilik Okaz dan The Saudi Gazette], SRMG/Saudi Reasearch & Marketing Group pimpinan Pangeran Faisal bin Salman bin Abdul Aziz Al-Saud [Al-Eqtisadiah, Arab News, Asharq Al-Awsat].

Televisi:
Stasiun TV milik pemerintah dengan 4 saluran: Saudi 1, Saudi 2 (berbahasa Inggris & buletin berita berbahasa Perancis), Ar-Riyadiyah (saluran Olahraga), Al-Ekhbariya (saluran berita). Namun sekitar 90% warga Saudi menggunakan satelit TV dengan saluran berita yang paling digemari adalah: Al-Arabiya (berpusat di Dubai; beroperasi Feb. 2003) dan Al-Jazeera (berpusat di Doha; beroperasi Nov. 1996). [Setiap Kamis malam selama setengah jam, televisi Al-Majd milik swasta Arab Saudi menyiarkan program mengenai kegiatan masyarakat Indonesia di negara tersebut. Beberapa siaran televisi swasta di Indonesia juga tertangkap melalui satelit TV, seperti: Indosiar, ANTV, TPI]
Radio:

Broadcasting Service of the Kingdom Saudi Arabia: Dammam 882 KHz; Jeddah 648 KHz, 684 KHz, 1485 KHz; Riyadh 585 KHz. FM 98,0 MHz (Riyadh); 98.0 MHz (Jeddah). [Setiap hari jam 13.00 – 15.00 ada siaran dari seksi Indonesia yang dipancarkan dari stasiun Jeddah ke Indonesia]
Kantor berita : Saudi Press Agency (SPA).
Berita di internet : www.arabnews.com; www.saudinf.com; www.mofa.gov.sa; www.saudiembassy.net; www.sama.gov.sa.


Periode kekuasaan raja Arab Saudi:

*
1902 - 1953 Raja Abdul Aziz bin Abdul Rahman Al-Saud.
*
1953 - 1964 Raja Saud bin Abdul Aziz (November 1964 kekuasaannya diambil alih oleh saudaranya, Putera Mahkota Faisal).
*
1964 - 1975 Raja Faisal bin Abdul Aziz (Maret 1975 dibunuh oleh keponakannya, Faisal bin Musa’id bin Abdul Aziz).
*
1975 -1982 Raja Khalid bin Abdul Aziz (Juni 1982 meninggal karena serangan jantung).
*
1982 - 2005 Raja Fahd bin Abdul Aziz Al-Saud (Meninggal 1 Agustus 2005 karena sakit usia tua).
*
2005 - Raja Abdullah bin Abdul Aziz Al-Saud.


Biografi singkat:
Raja Abdullah bin Abdul Aziz Al-Saud:
Raja Abdullah dilahirkan tahun 1924 di Riyadh, ia tidak pernah mengecap pendidikan di luar negeri dan hanya di dalam negeri. Tahun 1962 Pangeran Abdullah diangkat sebagai Komandan Garda Nasional (National Guard), salah satu matra penting dalam angkatan bersenjata Arab Saudi. Ketika Raja Khalid bin Abdul Aziz naik tahta tahun 1975, Pangeran Abdullah bin Abdul Aziz diangkat sebagai Wakil Perdana Menteri II sedangkan Pangeran Fahd bin Abdul Aziz ditetapkan sebagai Putera Mahkota merangkap Wakil Perdana Menteri I. Kemudian saat Raja Fahd diangkat menggantikan Raja Khalid yang wafat tahun 1982, ia memilih Pangeran Abdullah sebagai Putera Mahkota merangkap Wakil Perdana Menteri I dan Pangeran Sultan bin Abdul Aziz sebagai Wakil Perdana Menteri II. Tanggal 1 Agustus 2005 Abdullah diangkat menjadi raja setelah mangkatnya Raja Fahd.

Putera Mahkota Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Al-Saud:
Putera Mahkota Pangeran Sultan bin Abdul Aziz lahir di Riyadh tahun 1928. Ia adalah adik kandung dari almarhum Raja Fahd. Dalam perjalanan karirnya ia pernah menjabat sebagai Gubernur Wilayah Riyadh (tahun 1947), Menteri Pertanian (1953), Menteri Komunikasi (1955), dan sejak tahun 1962 menjabat Menteri Pertahanan dan Dirgantara. Tahun 1982 Pangeran Sultan diangkat oleh almarhum Raja Fahd sebagai Wakil Perdana Menteri II. Setelah Pangeran Abdullah dipilih sebagai raja baru, ia langsung mengangkat Pangeran Sultan sebagai Putera Mahkota tanggal 1 Agustus 2005.

Wakil Perdana Menteri II / Menteri Dalam Negeri Pangeran Naif bin Abdul Azis :

Pangeran Naif bin Abdul Azis lahir di Taif tahun 1934, memulai kehidupan politik sebagai Sekjen Propinsi Riyadh tahun 1952. Tahun 1953 beliau diangkat menjadi Gubernur Riyadh. Pangeran Naif mengenyam pendidikan khusus untuk para pangeran dengan guru yang terdiri dari para ulama senior. Sebelum menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri sejak 34 tahun lalu, Pangeran Naif menjabat sebagai Deputi Mendagri selama 5 tahun. Peristiwa terorisme di Arab Saudi pada tahun 2003 merupakan tonggak sejarah yang memasyhurkan Pangeran Naif yang dikenal sangat tegas dalam menjaga keamanan dan ketentraman negara.

Pangeran Naif berperan penting dalam mengawasi pemberian bantuan kepada rakyat Lebanon dan Palestina pada periode peperangan terakhir yang dilakukan oleh Israel di Lebanon Selatan dan Gaza. Pangeran Naif juga dianggap sebagai tulang punggung pelaksanaan haji dimana ia mengetuai Komite Tinggi Haji.

Menlu Pangeran Saud Al-Faisal bin Abdul Aziz Al-Saud:
Menlu Saud Al-Faisal lahir di Riyadh tahun 1940, anak dari Raja Faisal. Ia menamatkan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Princeton, Amerika Serikat. Pangeran Saud bekerja sebagai penasehat di Kementerian Perminyakan dan Pertambangan. Kemudian ia pindah ke Petromin, memimpin Biro Hubungan Perminyakan dan Wakil Gubernur Petromin. Setelah Raja Faisal wafat, ia menjadi Menteri Negara Urusan Luar Negeri. Tanggal 13 Oktober 1975 Pangeran Saud Al-Faisal diangkat menjadi Menteri Luar Negeri hingga kini.
Menteri Negara Urusan Luar Negeri, Dr. Nizar Obaid Madani:
Nizar Obaid Madani lahir di Madinah tahun 1941 dan meraih gelar Doktor di bidang Hubungan Internasional tahun 1977 dari Universitas di Washington D.C. Ia adalah diplomat karir dengan jabatan terakhir sebagai Asisten Menteri Luar Negeri (setingkat menteri). Tanggal 24 Juli 2005 Raja Fahd mengangkatnya menjadi Menteri Negara Urusan Luar Negeri.
Susunan Kabinet Kerajaan Arab Saudi:

[Perombakan kabinet tanggal 14 Februari 2009]
Abdullah bin Abdul Aziz
Raja, Perdana Menteri.

H. R. H. Pangeran Sultan bin Abdul Aziz
Putera Mahkota/Wakil Perdana Menteri/Menteri Pertahanan & Penerbangan dan Inspektur Jenderal. (Crown Prince/Deputy Primier/Minister of Defence and Aviation, and Inspector General)

Pangeran Naif bin Abdul Azis
Wakil Perdana Menteri II & Menteri Dalam Negeri (Dekrit Raja Abdullah bin Abdul Azis tanggal 27 Maret 2009)

Anggota Kabinet:

Pangeran Saud Al-Faisal
Menteri Luar Negeri. (Minister of Foreign Affairs)

Pangeran Mit'eb bin Abdul Aziz
Menteri Urusan Perkotaan dan Pedesaan. (Minister of Municipal and Rural Affairs)

Pangeran Abdul Aziz bin Fahd bin Abdul Aziz
Ketua Dewan Pimpinan Kabinet/Menteri Negara. (Chief of the Cabinet’s Presidency/ Minister of State)

Dr. Khalid bin Muhammad Al-Qusaibi (Portofolio)
Menteri Ekonomi dan Perencanaan. (Minister of Economy and Planning)

Dr. Ali bin Ibrahim Al-Naimi (Portofolio)
Menteri Perminyakan dan Sumber Mineral. (Minister of Petroleum and Mineral Resources)

Abdullah bin Ahmed Zainal Alireza [Perubahan tanggal 3 Maret 2008; mantan Menteri Negara]
Menteri Perdagangan dan Industri. (Minister of Commerce and Industry)

Pangeran Faisal bin Abdullah bin Muhammad [Perubahan tanggal 14 Februari 2009]
Menteri Pendidikan. (Minister of Education)

Dr. Khalid bin Muhammad Al-Anqari
Menteri Pendidikan Tinggi. (Minister of Higher Education)

Abdul Azis Khoja [Perubahan tanggal 14 Februari 2009]
Menteri Kebudayaan dan Penerangan. (Ministry of Culture and Information)

Dr. Fouad bin Abdussalam Al-Farsy [Perubahan tanggal 8 Februari 2005]
Menteri Haji. (Minister of Hajj)

Dr. Muhammad bin Ali Al-Fayez
Menteri Pelayanan Sipil. (Minister of Civil Service)

Dr. Fahd bin Abdulrahman bin Sulaiman Balghunaim [masuk dlm perombakan tgl. 30 April 2003]
Menteri Pertanian. (Minister of Agriculture)

Abdul Mohsen Al-Akkas [Perubahan tanggal 8 Februari 2005]
Menteri Urusan Sosial (Minister of Social Affairs) [Pemisahan dari Kementerian Tenaga Kerja dan Sosial (tanggal 13 April 2004)]

Sheikh Saleh bin Abdul Aziz bin Muhammad bin Ibrahim Al-Sheikh
Menteri Urusan Islam, Wakaf, Da'wah dan Penyuluhan. (Minister for Islamic Affairs, Endowment, Propagation and Guidance)

Abdullah Al-Rabeeah [Anggota baru dalam perombakan kabinet tanggal 14 Februari 2009]
Menteri Kesehatan. (Minister of Health)

Mohammed Al-Eissa
Menteri Kehakiman. (Minister of Justice)

Dr. Ghazi bin Abdulrahman Al Gosaibi
Menteri Tenaga Kerja. (Minister of Labor) [Pemisahan dari Kementerian Tenaga Kerja dan Sosial (tanggal 13 April 2004)]

Dr. Jubarah bin Eid Al-Suraiseri, [Anggota baru dalam perombakan kabinet tanggal 30 April 2003]
Menteri Transportasi (Minister of Transport)

Abdullah bin Abdul Rahman Al-Hussayen
Menteri Air dan Listrik. (Minister of Water and Electricity)
Ir. Mohammad Jameel bin Ahmed Mulla, [Anggota baru dalam perombakan kabinet 30 April 2003]
Menteri Telekomunikasi dan Teknologi Informasi (Minister of Telecommunications and Information Technology)

Dr. Ibrahim bin Abdulaziz Al-Assaf (Portofolio)
Menteri Keuangan. (Minister of Finance)

Mutlab bin Abdullah Al-Nafeesah,
Menteri Negara. (Minister of State)

Dr. Saud Al-Mathami, [Diangkat tanggal 28 Desember 2003]
Menteri Negara Urusan Shoura

Dr. Musaed bin Muhammad Al-Aiban
Menteri Negara. (Minister of State)

Dr. Abdul Aziz bin Abdullah Al-Khuweiter
Menteri Negara. (Minister of State)

Dr. Nizar Obaid Madani [Penambahan tanggal 24 Juli 2005]
Menteri Negara Urusan Luar Negeri.

Selain itu, Raja Abdullah bin Abdul Azis juga mengangkat :

1.
Noura binti Abdullah Al-Fayez, (Deputy Minister for Women’s Education); pertamakalinya seorang wanita diangkat sebagai Menteri kabinet di Arab Saudi) – perombakan kabinet tanggal 14 Februari 2009.
2.
Faisal bin Moamar (Deputy Minister of Education) – perombakan kabinet tanggal 14 Februari 2009.
3.
Mohammad Al Jasser (Head of the Central Bank)
4.
General Abdul Rahman Al Murshid (Army Commander)

Source code : http://www.kemlu.go.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar